Sadar Penuh, Hadir Utuh


belajar dari bayi

Tak semua mampu kita pahami, adakalanya yang mampu kita lakukan hanya menerima tanpa rasa benci.

Kadang kita perlu duduk sejenak merangkul diam, tidak terperangkap masa lalu, tidak juga mengembara ke masa depan.
    Hidup menjadi membosankan jika kita hanya terus mencari pengakuan.

    Meskipun sendiri, semoga kita tak pernah merasa sendirian.

    Semoga kita dapat bijaksana dalam mengetahui dan memilih sudut pandang sehingga kita mampu memberi makna yang apa adanya untuk menciptakan hidup bahagia.

    Saat berkendara dan sesaat berhenti entah karena lampu merah atau macet, kamu dapat duduk dengan nyaman dan gunakan waktu itu untuk menangkan diri. Sadari tarikan dan embusan nafas, serta nikmati diri dari hadir utuh disini dan saat ini, sekarang.

    Dengarkanlah hatimu. Ia tak pernah berbohong.

    Ada banyak kesempatan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita gunakan untuk melakukan hal serupa. (Thich Nhat Hanh)

    Sibuk hanyalah untuk pemalas. Ya, malas untuk berpikir menetapkan pilihan.

    Lelahkah kamu, terus memaksakan diri supaya berubah menjadi orang lain ? 

    We create stress for ourselves because you feel like you have to do it. You have to. I don't feel like that anymore.(Oprah Winfrey)

    Do you have patience to wait 'till your mud settles and the water is clear ? Can you remain unmoving 'till the right action arises by it self ? (Lao Tzu)

    Be mindful, reach your peak performance!

    Sometimes you need to press pause to let everything sink in. (Sebastian Vettel)

    Hearing whitout listening. The main human problem is not listening.

    Your Mind will answer most questions if you learn to relax and wait for the answer. " William S. Burroughs "
    Dikutip dari buku "Sadar Penuh, Hadir Utuh" karangan - Adjie Silarus

    Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.