Kisah Sang Taman Hati

Kisah Sang Taman Hati
Based on true story
Kesucian Al-Quran membawa keindahan tersendiri bagi jiwa yang dipenuhi kegelapan,
laksana gersang disirami dengan rintik hujan.
Bacaannya pun juga membawa kedamaian bagi jiwa yang kelam,
laksana kekeringan yang diguyuri hujan deras.

Bait-bait pesan keindahan yang di bawakan oleh merpati putih yang di kenal dengan kebijakannya, membuat hati semakin damai seperti embun pagi yang begitu disanjung atas kesuciannnya.

Andai taman ini selalu berisi dengan keindahan bunga-bunga, yang membuat burung bersuka-ria, andaikan taman ini selalu tenang dengan angin kedamaiannya hingga membawa berkah bagi semuanya.

Bulan purnama, bintang-bintang yang bersinar, angin dan kesunyian malam, kicauan burung, senyuman embun, bahkan rintik hujan pun selalu memberikan kisah terindah bagi taman ini.

Tapi apakah daya, terlalu banyak gangguan yang mencoba merayu di sekitarnya. Yang terus berusaha membuat taman indah ini menjadi hutan belantara. Yang rela melakukan segala cara hingga membuat taman ini sepi tanpa secuil makna.

Apakah taman ini akan mudah untuk dicemari ? Apakah taman ini akan mudah untuk dikhianati ?

Dengan bantuan angin kesunyian malam yang selalu membawa kedamaian, embun yang sering membawa senyuman, bulan yang berusaha untuk terus menjaga dari kejauhan, tetesan hujan yang akan selalu membasahi ketika kekeringan menghampiri, bahkan merpati rela mengepakkan sayapnya untuk terus menyampaikan pesan kesuburan.

Dengan adanya mereka, taman ini hanya bisa tersenyum dengan meneteskan air mata kehidupan, terkadang taman ini hanya bisa menangis atas ungkapan kebahagiaan. Dengan adanya mereka, niscaya angin pembawa kesedihan takkan mudah untuk berada di sini.

Sungguh wahai pembawa kehancuran, engkau takkan mudah untuk terus mengusik taman ini. Walaupun terkadang kau dapat memasukinya, yang namanya bulan takkan tinggal diam, hingga mengirimkan angin kesunyian bertemankan embun pagi untuk menghilangakan semua bibit yang kau tanam.

Bahkan jika perlu merpati pun akan terus mengepakkan sayapnya agar engkau tak pernah tenang untuk berada di taman ini.

Keyword : puisi, kehidupan, hati, kisah, penenang
By : Muhammad Arif
#Untuk hati yang imannya sering terbawa angin.

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.