Selasa, 24 Januari 2017

Nasehat-Nasehat Penggugah Jiwa


Hindarilah berisik dan hiruk pikuk di rumah dan kantor anda. Karena diantara tanda kebahagiaan adalah ketenangan, kedamaian dan keteraturan.

Orang yang mempunyai adab yang mulia, cita rasa yang sehat, dan akhlak yang mulia, akan membahagiakan dirinya dan orang lain, serta mendapatkan ketenangan hati dan keadaan.

Ilmu pengetahuan itu akan menyinari hati, meluaskan jangkauan pandangan anda, dan membuka ufuk-ufuk jiwa anda, sehingga mengeluarkannya dari kesulitan, kegelisahan, dan kesedihannya.

Berbicara dengan teman akan menghilangkan kesedihan, humor yang polos itu menyenangkan hati, dan mendengarkan syair itu menghibur jiwa.

Kebahagiaan itu tidak terletak pada kedudukan, keturunan ataupun harta, namun terletak pada agama, ilmu pengetahuan, adab dan meraih cita-cita.

Allah-lah yang telah membebaskan anda dari kegelisahan kemarin, dan Dia pula yang akan membebaskan anda dari kegelisahan hari ini dan hari esok. Oleh karena itu, bertawakal lah kepada Allah. Dan jika Allah SWT bersama anda, maka siapa lagi yang perlu anda takuti ? Sedangkan jika Allah SWT murka kepadamu, maka kepada siapa lagi anda dapat berharap ?

Orang yang jiwanya bersih dengan ketakwaan, pemikiran-nya jernih dengan keimanan, dan akhlaknya tercetak dengan kebaikan, niscaya dia akan mendapatkan cinta Allah dan cinta manusia.

Tawa yang sederhana akan melapangkan jiwa, menguatkan hati, menghilangkan kebosanan, menggairahkan diri untuk bekerja, dan menjernihkan hati.

Sendirian itu lebih baik dari teman duduk yang jahat, dan teman yang saleh itu lebih baik dari sedirian. Terlalu banyak bergaul adalah bodoh, menggantungkan diri kepada manusia adalah tindakan konyol, dan memusuhi mereka adalah tindakan tidak bermamfaat.

Shalat berjamaah, menunaikan kewajiban, cinta kepada kaum muslimin, meninggalkan dosa, dan makan yang halal, adalah kebaikan dunia akhirat.

Jadikan kegembiraan sebagai kesyukuran, penderitaan sebagai ujian kesabaran, sikap diam untuk merenung, melihat untuk mengambil pelajaran, berbicara dalam rangka berzikir, hidup dalam rangka ketaatan, dan mati sebagai pemutus dari kejahatan.

Orang banyak bercanda (bergurau) akan dipandang remeh oleh manusia. Orang yang pelit akan dibenci, yang sabar dan toleran akan dihormati, yang gemar berbuat kebaikan akan dicintai, dan yang sering meminta-minta akan dijauhi.

Mahasuci Allah SWT yang telah menjadikan mulia bagi mereka yang merendahkan diri dihadapn-Nya, terhormat bagi yang meminta kepada-Nya, berkecukupan bagi yang memohon karunia-Nya, tinggi di mata manusia bagi yang menundukkan diri kepada zat-Nya, dan bahagia bagi yang pasrah kepada ketentuan Takdir-Nya.

Dikutip dari buku "berbahagialah" karangan Dr. Aidh Al-Qarni
Read More

Rabu, 04 Januari 2017

Hujan Ketenangan

Bagi pembaca di browser smartphone, direkomendasikan untuk memutar instrumental di bawah agar puisi yang dibaca lebih terkandung makna.


Saat ini, disaat rintik hujan yang menyapa keheningan malam.
Butir-butir kesuciannya membawa keindahan tersendiri,
dengan ditemani nada kehidupan disaat mereka menyapa bumi.
Aromanya pun membuat kegelapan malam semakin menjadi misteri.

Daun rindang yang sedari tadi diam tanpa suara mulai menggoyangkan tubuhnya
Menandakan kegirangan karena sentuhan angin yang membawa kedamaian persahabatan.
Elang yang tertidur di atas puncak gunung pun merasa terhibur dengan sapaan halilintar.
Debu yang tadinya membahana sekarang hilang berkelana tanpa jejak kenangan.

Bulan yang dianggap menghilang, ternyata hanya lagi menyusuri awan badai.
Elang sedari tadi terjaga mulai tertidur pulas,
karena keindahan nada yang halilintar hadiahkan.
Bunga-bunga pun,, suci kembali dengan basuhan air kehidupan dari atap dunia.
Akhirnya sang katak pun mulai bersuara,
sebagai tanda mereka juga bersyukur dengan hadirnya hujan.

Wahai air kehidupan dari atap dunia, daun rindang yang mulai hilang kesedihannya, angin yang datang dengan membawa kedamaian, elang yang dikenal dengan kewibawaan, debu yang mulai berkelana, bulan yang sangat dikenal dengan kebijaksanaan, bunga yang tak pernah lelah berkorban, katak yang tak pernah mengeluh dengan kesendirian, juga halilintar yang membisikkan rahasia terdalam dan malam yang dikenal dengan tempat ribuan misteri kesucian yang takkan pernah hilang dengan adanya kehinaan yang iblis hantarkan.

Malam ini kalian yang bakalan menjadi saksi,
Gagak yang sedari tadi diam memerhatikan, mulai melihat cahaya ketenangan.
Lebah yang masih terjaga mulai menyelimuti dirinya dengan tameng demi kehangatan.

Kalian juga yang bakalan menjadi saksi,
Diri ini pun mulai merasakan.
Betapa banyak waktu yang dilalui tanpa sesuatu yang begitu berarti.
Jiwa-jiwa yang sering dikecewakan,
akan kukejar maafnya walau dimulai dari secercah harapan.
Akan kupalingkan wajah dari kehinaan yang dibalut indah oleh iblis durjana.

Semoga kalian para-para keindahan malam yang menjadi pilar syair ini
Akan terus menjadi pengingat akan niat suci yang hadir dari jiwa yang sering terluka karena kecerobohan.

Karya : Muhammad Arif


Read More