Siapakah yang lebih pantas disebut teroris ?

siapa sebenarnya teroris ?

Dibawah ini admin akan membagikan sebuah kisah yang terjadi disebuah universitas terkemuka di Amerika Serikat. Kisah ini menceritakan tentang sebutan "teroris" seharusnya untuk siapa ditujukan. Simak kisahnya dibawah.

Pada suatu hari di ruang belajar perkuliahan, seorang dosen bijaksana berkata kepada mahasiswa-mahasiswanya :

"Perkataan 'jihad' telah disebut didalam Al-Quran sebanyak 41 kali. Akan tetapi perkataan 'keampunan', 'keamanan', dan 'belas kasihan' disebut lebih kurang 355 kali. Berbeda dengan kepercayaan yang populer dalam budaya barat. Islam adalah agama yang mengajar keamanan dan toleransi".

Lalu ketika dosen menjelaskan tiba-tiba seorang mahasiswi yang berasal dari Amerika Serikat dengan muka tidak senang mengacungkan tangan, dan berkata :

"Jika betul Islam mengajar keamanan, kenapa tempat yang paling bermasalah di dunia - West Bank, Afghanistan, Pakistan, Iraq, dan negara timur tengah lainnya. Mereka semua terkait dengan Islam "!

Dosen menjawab dengan penuh rasa tenang : "Itu tergantung kepada defenisi anda terhadap keganasan yang terjadi. Banyak yang berpendapat bahwa ikut campur US di negara seperti Iraq dan Afghanistan adalah satu alasan kuat yang membuat segala kegaduhan terjadi".

Dengan tidak sabar mahasiswi menjawab : "Bukan. Itu adalah langkah untuk menghapuskan rezim yang zalim".

Dosen dengan tegas langsung menimpali : "Atau lebih tepatnya satu usaha untuk mendapatkan minyak di negara orang ??

Lalu tiba-tiba mahasiswa Muslim yang duduk disudut dengan tenang mengangkat tangan, dan dia mulai berkata : "Boleh saya berbicara" ?

Dosen : Silahkan

Mahasiswa Muslim : "Betul kata anda pak dosen jika kita berbicara tentang pengrusak. Bahwa segala kegaduhan yang terjadi di Timur tengah adalah salah satu dampak dari campur tanganya US."

Banyak mahasiswa-mahasiswa lainnya dikelas mulai tidak senang, kemudian mahasiswi tadi mulai berbicara lagi : "Coba jelaskan kejadian 9/11"

Mahasiswa Muslim : "Okay. Anda tahu berapa orang mati dalam serangan menara kembar itu" ?

Mahasiswi Amerika : "Sekitar 3000 orang".

Mahasiswa Muslim : "Apakah anda juga sanggup membayangkan berapa orang yang mati pada pengeboman di Afghanistan ? Cobalah mengira-ngira, 50.000 ? Atau lebih dari itu ? Dan itu cuma angka yang telah dilaporkan. Seberat 50.000 ton bahan peledak diletupkan ke penduduk yang tidak bersalah. Lelaki, perempuan, kanak-kanak semuanya menjadi korban."

Mahasiswi Amerika : "Iya tetapi disebabkan oleh Taliban/ISIS".

Mahasiswa Muslim : "Sekarang anda malah membahas masalah itu. Apakah anda tahu kelompok-kelompok itu adalah ciptaan CIA untuk melawan Rusia ? Amerika menuduh teroris di Afghanistan, tetapi sampai sekarang belum nyata. Sama juga seperti tuduhan senjata pembunuhan besar-besaran di Iraq juga belum dijumpai. Apakah anda tahu berapa orang mati di Iraq ? 500.000 orang penduduk dan semakin meningkat. Dan sekarang apa yang akan dikatakan Britain dan Amerika setelah mereka tidak menemukan senjata tersebut ? Paling mereka dengan mudahnya meminta maaf. Tetapi masih belum malu untuk menetap dan mengawal negara-negara tersebut".

Mahasiswa-mahasiswa Amerika lain mulai kesal dan berkata : "Apa maksud kamu berkata seperti itu" ?

Mahasiswa Muslim : "Saya cuma ingin berkata bahwa, hanya karena kalian orang Amerika, jangan menganggap kalian sebagai pengawas negara-negara lain ? Apakah kalian tidak sadar kalian lebih bahaya dari teroris ? Jika kalian tidak berhenti bercampur tangan dalam urusan negara orang lain, kalian lebih pantas mendapat gelar teroris".

Mahasiswi Amerika : "Kalau kamu merasa kami teroris, kenapa kamu tidak keluar saja dari negara kami" ?

Mahasiswa Muslim : "Kami dengan senang hati akan keluar. Sekiranya kalian berjanji untuk keluar dari negara kami terdahulu".

Dengan perasaan penuh malu para mahasiswa dan mahasiswi Amerika semuanya terdiam. Seorang Muslim yang berada ditengah mereka malah bisa membuktikan bahwa Islam tidaklah pantas mendapat julukan sebagai teroris.

THE END

Dari kisah diatas anda dapat menyimpulkan sendiri siapa yang lebih pantas disebut teroris. Islam agama pembawa kedamaian, jikalau anda sekelompok orang mengatasnamakan Islam dalam melakukan sesuatu yang tidak diajarkan dalam Islam, maka janganlah menyalahkan Islamnya tetapi salahakan lah orangnya. Karena sejatinya Islam sebaik-baik agama, Islam sebagai solusi bagi semua permasalahan yang terjadi sekarang, Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, Islam agama yang paling mendamaikan.

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermamfaat. Komentar yang membangun dan bersifat positif anda sangat diharapkan.